
Candi Lawang adalah nama sebuah dusun. Dahulu kala ada sebuah pintu gerbang tua yang berdiri kokoh di sana, regol bata dengan pintu penutup kayu tua itu dipercaya sebagai tinggalan para ksatria sebuah negara gung kertajaya dari timur yang kalah terlindas cerita. Sedangkan saya bukan siapa-siapa, hanya seorang baya dari dusun gapura itu, tanah gersang berbatu kapur yang selalu dipandang sebelah mata, meski bagi saya memiliki berpuluh makna. Kini kembara di bumi Sriwijaya (entah nanti, entah sampai kapan). Satu isteri, satu putra, dan dua putri sebagai satu-satunya harta yang dimiliki, dan mutiara-mutiara itupun terpaksa tertinggal di ibukota praja.